Razia PKB, Kendaraan Ditahan dengan Retribusi Rp500 Ribu per Hari

Razia PKB, Kendaraan Ditahan dengan Retribusi Rp500 Ribu per Hari

Razia PKB, Kendaraan Ditahan dengan Retribusi Rp500 Ribu per Hari

Detikgroup.com – “Masyarakat yang memiliki roda dua, yang terkena razia, bisa langsung melakukan pembayaran di lokasi. Kita kerjasama dengan Bank DKI dan Jasa Raharja.

Untuk pengguna sepeda motor yang terkena razia, dan tidak sanggup membayar akan ditilang. Tindakan ini dilakukan karena ada pelanggaran terhadap pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). “Untuk razia periode pertama tambahnya.

Sementara itu, untuk periode kedua atau semester kedua, merupakan tahun penindakan. Artinya, pada saat razia jika kendaraan yang digunakan tidak membayar pajak hingga tiga tahun, harus membayar pajak di lokasi atau ditilang.

“Kalau lebih dari tiga tahun, selain ditilang maka kendaraan yang bersangkutan akan ditarik. Dan ada retribusi sebesar Rp 500 ribu per hari, selama ditahan,” pungkasnya.

Razia PKB, Kendaraan Ditahan dengan Retribusi Rp500 Ribu per Hari

Oleh karena itu Pihak Kepolisian telah mempersiapkan personil sebanyak 2.800 polisi yang akan disebar dan dibekali surat tilang (bukti pelanggaran) untuk menindak para pelanggar aturan lalu lintas.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, sanksi bagi pengendara adalah denda. Jumlah denda bagi pengendara yang kena tilang bervariasi, dari Rp 250 ribu sampai Rp 1 juta, bergantung pada bobot kesalahan.

Berikut ini daftar sanksi tilang lalu lintas sebagaimana yang dikutip dari detikgroup.com :

1. Pengendara yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) terancam pidana kurungan paling lama 4 bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta.

2. Pengendara yang memiliki SIM tapi tak dapat menunjukkannya saat razia dikurung paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

3. Pengendara yang tidak memasang tanda nomor kendaraan bermotor alias pelat nomor terancam kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

4. Pelanggaran syarat teknis laik jalan, seperti spion, lampu utama, lampu rem, lampu mundur, pengelap kaca, bumper, klakson, pengukur kecepatan, dan knalpot, dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu untuk sepeda motor dan Rp 500 ribu untuk mobil.

5. Pengendara mobil yang tidak membawa ban cadangan, segitiga pengaman, dongkrak, pembuka roda, dan peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu.

6. Melanggar rambu lalu lintas terancam kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Bagi anda yang ingin bepergian dengan sepeda motor atau mobil,sebaiknya pastikan dulu surat2 anda Lengkap ya untuk kenyamanan perjalan anda tampa harus takut dengan ada nya Razia.

Related posts

Leave a Comment