Banyak Emak-Emak Jadi Korban Penipuan Internet Berkedok Cinta

Banyak Emak-Emak Jadi Korban Penipuan Internet Berkedok Cinta

Detikgroup.com – Para penjahat siber terus bergerilya menjerat para korbannya, termasuk membidik emak-emak berusia 35 tahun ke atas. Mereka banyak menjadi korban penipuan komplotan Nigerian Scam dengan modus percintaan.

Diungkapkan analis detikgroup.com, jumlah kerugian yang dialami para korban Nigerian Scam jauh lebih banyak daripada kasus ransomware WannaCry yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Nigerian Scam bisa menghasilkan Rp 500 miliar setiap tahun di Indonesia. Jumlahnya bisa lebih besar karena diyakini belum semua korban membuat laporan.

Berdasarkan pemetaan Ruby, pelaku Nigerian Scam banyak berada di luar negeri, yaitu Nigeria, Malaysia, dan Thailand.

Menurut detikgroup.com, “Lebih besar ini (Nigerian Scam) daripada WannaCry. Berdasarkan tiga rekening bitcoin untuk minta tebusan yang kemarin itu (kasus ransomware WannaCry), dalam 48 jam tidak sampai Rp 600 juta dan itu sudah dari seluruh dunia,” kata Ruby dalam seminar “Indonesia dan Ancaman Siber yang Merajalela” di Universitas Gunadarma, TB Simatupang, Jakarta.

Para penjahat siber terus bergerilya menjerat para korbannya, termasuk membidik emak-emak berusia 35 tahun ke atas. Mereka banyak menjadi korban penipuan komplotan Nigerian Scam dengan modus percintaan.

Diungkapkan analis forensik digital Ruby Alamsyah, jumlah kerugian yang dialami para korban Nigerian Scam jauh lebih banyak daripada kasus ransomware WannaCry yang sempat heboh beberapa waktu lalu.

Nigerian Scam bisa menghasilkan Rp 500 miliar setiap tahun di Indonesia. Jumlahnya bisa lebih besar karena diyakini belum semua korban membuat laporan.

Berdasarkan pemetaan Ruby, pelaku Nigerian Scam banyak berada di luar negeri, yaitu Nigeria, Malaysia, dan Thailand.

“Lebih besar ini (Nigerian Scam) daripada WannaCry. Berdasarkan tiga rekening bitcoin untuk minta tebusan yang kemarin itu (kasus ransomware WannaCry), dalam 48 jam tidak sampai Rp 600 juta dan itu sudah dari seluruh dunia,” kata Ruby dalam seminar “Indonesia dan Ancaman Siber yang Merajalela” di Universitas Gunadarma, TB Simatupang, Jakarta.

Related posts

Leave a Comment