Dijanjikan Handphone, Gadis 14 Tahun Dicabuli Hingga Hamil

Dijanjikan Handphone, Gadis 14 Tahun Dicabuli Hingga Hamil

Dijanjikan Handphone, Gadis 14 Tahun Dicabuli Hingga Hamil

Detikgroup.com – DTim Opsnal Reskrim Polres Inhil, Riau meringkus seorang lelaki di Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir, Riau yang diduga kuat melakukan pencabulan pada anak tirinya.

Hasil perbuatan bejat pelaku yang berinisial Y (35) ini, korban yang berusia 14 tahun hamil empat bulan.

Informasi yang dikonfirmasi Kapolres Inhil, AKBP Dolifar Manurung melalui Kanitreskrim AKP Arry Prasetyo, terungkapnya aksi rudapaksa tersebut berawal dari kecurigaan keluarga pada perubahan fisik korban.

Dijanjikan Handphone, Gadis 14 Tahun Dicabuli Hingga Hamil

Upaya korban menutupi kehamilan tersebut terbongkar setelah kakak korban menanyakan langsung perihal perubahan pada badan korban.

Secara gamblang korban mengakui telah dicabuli oleh pelaku selama periode Agustus 2016 sampai Desember 2017. Keterangan korban terang saja membuat keluarga berang.

Untuk memastikan perihal perubahan fisiknya, korban diperiksa melalui seorang bidan. Ternyata benar korban tengah hamil.

Dari keterangan korban dan hasil pemeriksaan bidan, keluarga akhirnya melaporkan pelaku ke Polres Inhil. Polisi yang menerima laporan kemudian melakukan penyelidikan.

“Jadi pelaku sehari-hari berprofesi penjual handphone online. Untuk memancingnya anggota meminta pelaku datang dengan alasan akan membeli handphone,” terang Arry Prasetyo.

Setelah dipastikan target tiba di lokasi yakni di Jalan Batang Tuaka, polisi langsung mengamankannya.

Diimingi Handphone

Hasil pemeriksaan awal diketahui Y yang ditetapkan sebagai tersangka mengakui mencabuli korban sebanyak dua kali. Korban dirudapaksa sejak Agustus 2016.

“Korban diimingi akan diberikan handphone agar mau berhubungan badan,” terang Arry Prasetyo.

Masih dari pemeriksaan juga diketahui bahwa pelaku merupakan seorang residivis kasus curas, dan telah selesai menjalani hukuman di Lapas Batam pada tahun 2007.

“Tersangka diancam dengan Undang-undang Nomor 35 tahun 2014 perubahan dari Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Arry Prasetyo.

Related posts

Leave a Comment