Hamil Diperkosa Bapak Tiri, Bocah 10 Tahun Berharap Bisa Gugurkan Kandungan

Hamil Diperkosa Bapak Tiri, Bocah 10 Tahun Berharap Bisa Gugurkan Kandungan

Detikgroup.com – Nahas betul nasib gadis ini, selain karena menjadi korban pemerkosaan, kini ia pun tengah berbadan dua alias hamil.

Di Lansir detikgroup.com, Bermodal Instagram ‘ykstudent’, Mahasiswa PTS di Jogja Setubuhi 10 Gadis di Bawah Umur Atas kejadian tersebut, sebuah pengadilan di bagian Haryana, India bakal menggelar sidang apakah kehamilan bocah 10 tahun ini yang hamil akibat diperkosa diizinkan untuk menggugurkan kandungannya.

Gadis malang itu rupanya dihamili sang bapak tiri. Kondisi ibunya yang harus bekerja sebagai tukang bangunan membuat gadis itu kerap ditinggal sendiri di rumah.

Hingga akhirnya gadis itu mengakui bahwa dirinya kerap menjadi pelampiasan sahwat bapak tirinya. Sang bapak sendiri kini telah ditahan oleh aparat berwenang setempat.

Di Liput detikgroup.com, Kehamilan sang bocah sendiri baru diketahui pada pekan lalu. Keadaan semakin rumit saat diketahui usia kehamilan sang bocah telah melampaui batas legal 20 minggu untuk digugurkan.

Pemerintah setempat memiliki aturan bahwa janin hanya boleh digugurkan sebelum masa legal tersebut. Ada pun kasus yang memperbolehkan pengguguran janin setelah masa legal adalah jika ada keterangan medis yang menyatakan kehamilan akan membahayakan sang ibu atau bayi jika tetap dilanjutkan.

“Kami sudah memasukkan kasus ini ke pengadilan degan harapan mendapatkan izin untuk menggugurkan kandungan,” demikian ucap Kepala Kepolisian Distrik Rohtak, negara bagian Haryana, Pankaj Nain, Selasa (16/5).

“Kini keputusan sepenuhnya berada di tangan pengadilan,” ujar Pankaj melanjutkan.
Pankaj mengatakan, bocah 10 tahun itu sudah memberikan pernyataan kepada polisi dan kini tengah menjalani konseling serta perawatan medis.

Nasib bocah itu diketahui setelah ibu anak itu menghubungi sebuah nomor “hotline” setelah bocah itu mengakui kehamilannya.

Dalam beberapa bulan belakangan pengadilan tinggi India menerima sejumlah petisi dari para perempuan para korban perkosaan dan perdagangan manusia.

Lewat petisi itu, para perempuan tersebut mendesak pengadilan mengizinkan aborsi meski usia kandungan sudah melampaui 20 pekan.

Para aktivis mengatakan, batas itu harus dinaikkan hingga 24 pekan karena para korban perkosaan seringkali terlambat melaporkan kehamilan mereka.

Pada 2015, mahkamah agung India mengizinkan korban perkosaan berusia 14 tahun menggugurkan kandungannya yang sudah melampaui usia 20 pekan.

Related posts

Leave a Comment